Kami Menunggu di Stasiun Itu (18 Juli 2008)

Kami menunggu di stasiun itu

Setelah berlari melalui subuh yang hangat oleh peluh

Ditemani kharisma bintang yang sudah tertidur

Hanya ada kehangatan menjembatani gerak pori-pori

Walau banyak angin nakal yang menjambak-jambak epidermis


Disana telah menunggu sahabat-sahabat kami yang lain

Yang tersenyum dengan tulus walau giginya keropos

Lalu menyaksikan kupu-kupu dan capung berkejaran

Menyaksikan taman dengan bunga bawaan yang telah berkilau

Menggelantung seperti air terjun di bukit seberang


Dan kami masih menunggu di stasiun itu

Hingga kembali berjalan dengan syukur terbiuskan nanar iman

Dengan menggoreskan banyak garis pijakan roda

Di arah sang ufuk sebuah cahaya mengalun malu-malu

Kesebelah sanalah tujuan kami berjalan

dfoe, juli 2008

2 Responses to “Kami Menunggu di Stasiun Itu (18 Juli 2008)”

  1. Salam kenal…

  2. dfoenism Says:

    salam kenal juga nih

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: