Seperti Pelana

Seperti pelana

begitu berat ditunggangi angin malam

Dipojok kota kecil nan indah di kala tersenyum

Brengsek ketika goyah

dan dingin di tiap malamnya

Begitu terkuras tentukan arah

Menukar jiwa dan pertaruhkan nyawa

dan waktu satu ini

Haruskah seperti air dibiarkan?

Atau skak mat,

mati di tempat

rifan 06/09

3 Responses to “Seperti Pelana”

  1. Menyukai ini…sungguh!

  2. Si kita yg kudu duduk di atas pelana.
    Bukan si kita yg harus jadi kudanya.
    Oh pelana! Mengapa engkau membuatku skak mat?

    Salam!

  3. @ Maren Kitatau:
    Karena kau menolak jadi kuda… [barangkali]^^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: